Alam Semesta

Temukan artikel-artikel mengenai Alam Semesta di Faktualogi!

Flora dan Fauna

Temukan artikel-artikel mengenai Flora dan Fauna di Faktualogi!

Kosmo

Temukan artikel-artikel mengenai Kosmo di Faktualogi!

Menarik

Temukan artikel-artikel Menarik di Faktualogi!

Misteri

Temukan artikel-artikel mengenai Misteri di Faktualogi!

Showing posts with label Flora Dan Fauna. Show all posts
Showing posts with label Flora Dan Fauna. Show all posts

Ditemukan! Spesies Kelelawar Setan

Tiga spesies baru kelelawar berhasil ditemukan di hutan tropis selatan Indocina. Salah satu spesies yang ditemukan dinamai kelelawar setan, dan memiliki nama ilmiah Murina beelzebub. Jenis kelelawar ini hanya dijumpai di Vietnam.

"Kami memilih nama Beelzebub karena warna hitam kejam yang dimiliki oleh spesies baru ini, serta perilaku perlindungan diri yang tampak sengit saat dijumpai di lapangan," kata Gabir Csorba, peneliti Hungarian National History, seperti dikutip Wired, Jumat (2/9/2011).

undefined

Penemuan jenis baru kelelawar ini merupakan hasil kerjasama antara pakar biologi dan ahli konservasi dari Hungarian Natural History Museum dan Flora dan Fauna International. Penemuan dipublikasikan di Journal of Mammalogy edisi Agustus 2011.

Paul Racey, pakar kelelawar dan Vice Chairman Flora Fauna International mengatakan, kelelawar merepresentasikan mamalia dengan variasi terbanyak di Asia Tenggara. Jumlah spesies kelelawar diperkirakan dua kali lipat dari jumlah yang ditemukan saat ini berdasarkan penelitian genetik.

Kelelawar setan dan dua jenis baru lain yang ditemukan termasuk dalam golongan kelelawar berhidung tabung. Kehidupan seluruh kelelawar itu tergantung sepenuhnya pada keberadaan hutan tropis. Mereka kini terancam oleh aktivitas perusakan hutan yang ada.

Sumber :

Buaya Terbesar di Dunia

Inilah buaya terbesar di dunia versi Guinness World Records. Buaya tersebut ialah buaya air asin yang terdapat di Cairns, Australia


Kantor berita The Cairns Post melaporkan bahwa buaya air asin yang kemudian dinamakan Cassius ditemukan di Green Island atau 27 km lepas pantai Cairns. Cassius yang memiliki panjang 5,5 meter ini memiliki nama ilmiah yakni Marineland Melanesia.


Lepas pantai Cairns ditengarai telah menjadi tempat tinggalnya selama 24 tahun. Saat ini, Cassius telah resmi diakui oleh Guinness World Records sebagai buaya terbesar di penangkaran dan akan muncul dalam buku organisasi Guinness World Records pada edisi 2012 nanti.

Cassius, yang dianggap setidaknya telah berumur 100 tahun, tertangkap setelah ia menyerang perahu-perahu di selatan Darwin pada tahun 1984. Kemudian, ia dipindahkan ke penangkaran di utara Queensland pada tahun 1987.

Cassius memiliki banyak bekas luka yang didapatnya dari berbagai pertarungan dengan buaya lainnya selama ini dan telah kehilangan lengan kirinya.

Sumber :
vivanews.com

Teratai Terbesar Di Dunia Lebih Dari 3 Meter

Victoria amazonica adalah genus teratai air terbesar yang ada di dunia, dan mengambang di perairan dangkal sungai basin amazon. Diameter daunnya dapat tumbuh lebih dari 3 meter dan beratnya bisa mencapai 31 kg . Teratai raksasa ini di sebut juga victoria regia sakah satu ratu victoria di Inggris, ketika di temukan oleh petualang yang bernama Robert Schomburgk pada tahun 1836.









Sumber :
adipedia.com

3 Pohon Paling Tua di Dunia

Bristlecone Pine 4200 tahun

undefined

Pohon cemara atau pine (pinus ) merupakan pohon dari family Pinaceae yang bisa kita temukan di mana saja dan kapan saja asalkan daerah itu tanahnya berpasir berkapur , banyak air ataupun yang mempunyai kadar keasaman cukup tinggi. Kita bisa menemukan pohon ini mulai dari Siberia, Skotlandia, Norwegia, kepulauan Canary, Filipina, pegunungan Himalaya sampe ke pelosok New Zealand, Brazil dan Chili.

Pohon ini memang tenar karena selain dapat hidup dimana-mana juga mempunyai daya jual yang sangat tinggi dalam industri perkayuan. Semua bagian pohon cemara bisa dimanfaatkan mulai dari kayu,getah , ranting,biji hingga daunnya mempunyai kegunaan yang bernilai ekonomi aliasnya pohon ini komersil banget ?

Pohon cemara adalah salah satu pohon yang berumur panjang karena bisa mencapai umur sekitar 100-1000 tahun dan bahkan mencatat rekor menjadi pohon tertua di dunia melalui cemara dari spesies Great Basin Bristlecone Pine ( Pinus longaeva ) yang di tahun 2008 ini berumur 4840 tahun!!! Pohon ini tingginya antara 3-80 meter tetapi rata-rata tingginya 15-45 meter. Pohon tertinggi dari spesies Sugar Pine sedangkan yang terpendek adalah cemara Potosi Pinyon dan Siberian Dwarf Pine

Jomon Sugi 2000-7000 tahun


menurut wikipedia, Jomon sugi adalah pohon cemara tertua di Jepang ditemukan pada tahun 1968, dengan tinggi 25,3 meter dengan volume 300 m kubik diperkirakan usianya antara 2000 � 7200 tahun terletak di Pulau Yakushima bagian paling utara Jepang 40 menit dengan pesawat dari Bandar Udara Kagoshima.

Spruce Ione Norwegia 9550 tahun

Tingginya hanya 4 meter, namun sebatang pohon sejenis cemara, yang masih hidup di Swedia, diketahui berusia 9.550 tahun. Hidup sejak akhir zaman es, pohon tersebut tercatat sebagai yang tertua di dunia saat ini.


Spesies pohon spruce Ione Norwegia ini ditemukan tahun 2004. para peneliti menemukannya di sekitar semak-semak pegunungan pada ketinggian 910 meter di Provinsi Dalarna, Swedia. Pohon ini tidak langka karena penduduk sering menggunakan sebagai pohon Natal.

�Usianya yang sangat panjang kemungkinan besar dipicu emampuannya mengkloning diri sendiri,� ujar Leif Kullman, profesor eologi dan lingkungan hidup di Universitas Umea, Swedia. Batang dan rantingnya memang diketahui dapat bertahan hidup hingga 600 tahun. Kullman menjelaskan, saat batangnya mati, batang baru akan dibentuk dari akarnya sehingga umurnya menjadi sangat panjang.

Pohon ini lebih tua dari pinus Bristlecone di White Mountain California yang hanya berusia 5000 tahun. Pinus Bristlecone tertua hanya bertahan hidup hingga 7.500 tahun namun tumbuh menjulang hingga 150 meter. Jika umur pinus Bristlecone diukur dari garis pohon di rantingnya yang dipantau setiap tahun, umur cemara di Swedia diukur dari jejak radiokarbon di akarnya.

Kullman menyatakan pohon yang usianya lebih tua dari 9.550 tahun bisa dikatakan mustahil. Sebab, seluruh wilayah Swedia kemungkinan masih diliputi es saat itu.

Sumber :

Simpanse Gemar Menolong

Simpanse betina punya sifat tidak egois. Secara spontan mereka suka membantu sesamanya. Hal mengindikasikan bahwa altruisme, naluri untuk membantu orang, bukanlah sifat yang hanya dimiliki manusia.




Ilmuwan dari Yerkes National Primate Research Center, Georgia, Amerika Serikat meneliti tujuh ekor simpanse betina untuk melihat apakah perilaku murah hati milik simpanse di lapangan persis sama dengan penelitian mereka di lab.

Saat diberi koin dua warna--satu koin berhadiah pisang bagi dirinya, satu koin lagi berhadiah pisang bagi dua ekor simpanse--para simpanse cenderung memilih token yang dapat ditukarkan dengan pisang untuk dua ekor simpanse. Padahal, dari penelitian sebelumnya, ilmuwan mendapati simpanse cenderung mementingkan diri sendiri.

Pada studi kali ini, peneliti juga menemukan bahwa simpanse paling sering bertindak royal saat partner yang sedang menunggu mengingatkan secara halus akan keberadaannya. Meskipun demikian, tidak ada paksaan untuk memilih.

“Kami gembira saat mengetahui simpanse betina memilih koin yang berarti pisang baginya dan rekannya,” kata Victoria Horner, ketua tim penelitan, yang juga menyebutkan bahwa hal menarik lain adalah paksaan tidak berpengaruh. "Lebih efektif ketika simpanse yang tidak memilih tetap tenang dan mengingatkan si pemilih,” ucapnya.

Peneliti menyebutkan, mereka yakin bahwa studi ini lebih cocok untuk menilai perilaku simpanse dibanding penelitian terdahulu karena mereka menempatkan sang partner yang menunggu di dalam sudut pandang si pemilih dan menggunakan hadiah berupa makanan dalam bentuk lain.

Sumber :
nationalgeographic.co.id

10 Jenis Kucing Prasejarah

1. Smilodon

Smilodon adalah salah satu predator prasejarah paling terkenal, dan juga salah satu yang paling tangguh. Setidaknya ada tiga spesies hidup di Utara dan Amerika Selatan; spesies terkecil, Smilodon gracilis, seukuran jaguar modern, sedangkan Smilodon fatalis sebesar singa.

Namun, spesies Smilodon Populator berbobot 300 kg (661) dan rata-rata mencapai hingga 500 kg (1102) ketika dewasa! Smilodon tidak begitu lincah seperti kucing modern, tapi ia sangatlah kuat, dengan kaki yang kuat juga leher yang tebal, dan terutama kukunya yang panjang untuk mencengkeram mangsanya. taring nya bisa mencapai 30 cm (12 ") panjangnya, dan sempurna untuk menyebabkan cedera fatal bajing tanah, hewan besar, bahkan juga mammoth !

2. Harimau Pleistosen


Harimau Pleistosen merupakan "versi awal" dari harimau yang sama kita lihat sekarang. Harimau berkembang di suatu tempat di Asia sekitar 2 juta tahun yang lalu, khusus untuk memangsa beragam jenis herbivora besar yang tinggal di benua pada saat itu. Harimau adalah kucing terbesar saat ini, dengan Bengal besar dan Siberia jantan yang berbobot hingga mencapai 300 kg (661) atau lebih. Namun, selama jaman Pleistosen, pasokan makanan yang lebih besar, sehingga harimau itu sendiri yang lebih besar, dengan bobot 490 kg (1080)

3. Singa Amerika


Singa Amerika atau Atrox Panthera, mungkin yang paling dikenal dari semua kucing prasejarah setelah Smilodon. Ia tinggal di Utara dan Amerika Selatan (dari Alaska ke Peru) selama zaman Pleistosen, dan punah 11.000 tahun lalu, Singa Amerika adalah kucing terbesar di Amerika Utara selama Zaman Es, beratnya mencapai 470 (1036), bahkan mungkin 500 kg (1102), dan mampu memangsa hewan yang sangat besar.

4. Machairodus Kabir


Machairodus, mungkin tampak seperti harimau raksasa dengan gigi pedang, walaupun tidak mungkin untuk mengetahui apakah kulitnya bergaris-garis, berbintik-bintik atau jenis lain dari tanda bulunya. Machairodus jarang disebutkan sebagai kucing raksasa, tetapi fosil yang ditemukan di Chad, Afrika, (dan diklasifikasikan sebagai spesies baru, Machairodus kabir), menunjukkan bahwa makhluk ini merupakan salah satu kucing terbesar dengan bobot 490 kg (1080 ) atau mungkin 500 kg (1102).

5. Homotheirum


Juga dikenal sebagai "kucing pedang", Homotherium adalah salah satu kucing paling sukses di zaman prasejarah, ditemukan di Amerika Utara dan Amerika Selatan, Eropa, Asia dan Afrika. Ia pemburu baik, disesuaikan dengan kaki yang cepat berjalan dan aktif terutama pada siang hari (sehingga menghindari persaingan dengan predator nokturnal lainnya).

Kaki depannya sangat panjang dan kaki belakang lebih pendek, yang memberikan penampilan yang sedikit seperti hyena. Meskipun Homotherium tidak terkenal untuk ukurannya, namun fosil beberapa sisa-sisa kucing pedang baru-baru ini ditemukan di Laut Utara menunjukkan bahwa mereka bisa mencapai berat 400 kg (882), lebih besar daripada harimau Siberia modern.

6. Cave Lion


Singa Gua adalah subspesies singa raksasa, beratnya mencapai 300 kg (661) atau lebih. Ini adalah salah satu predator paling berbahaya dan kuat selama Zaman Es terakhir di Eropa, dan ada bukti bahwa ia ditakuti, dan mungkin disembah oleh manusia prasejarah. Banyak lukisan gua dan beberapa patung telah ditemukan yang menggambarkan Singa Gua.

Menariknya, ini menunjukkan bahwa singa ini nyaris tidak memliki bulu leher, seperti pada harimau modern. Hal ini membingungkan, beberapa lukisan gua juga menunjukkan Singa Gua memiliki garis-garis samar pada kaki dan ekor. Hal ini menyebabkan beberapa ilmuwan menyarankan bahwa mungkin Singa Gua sebenarnya lebih terkait dengan Harimau.

7. European Jaguar


Berbeda dengan Jaguar raksasa, jaguar Eropa atau gombaszoegensis Panthera tidak berasal dari spesies yang sama seperti jaguar modern. Jaguar Eropa adalah predator besar, beratnya mencapai 210 kg (463) atau lebih, dan mungkin di bagian atas rantai makanan di Eropa, 1,5 juta tahun yang lalu. Fosilnya tetap telah ditemukan di Jerman, Perancis, Inggris, Spanyol dan Belanda.

8. Giant Jaguar


Jaguar sekarang bertubuh lebih kecil jika dibandingkan dengan singa atau harimau, berat rata-rata mereka biasanya 60-100 kg (132-220). Namun pada zaman prasejarah, Bagian dari Amerika Utara & Selatan adalah rumah bagi Jaguar raksasa. Masih spesies yang sama dengan jaguar modern. Ia berukuran melebihi singa dewasa atau harimau, dan mungkin beberapa kali lebih kuat begitu pula dengan dengan gigitannya

9. Xenosmilus


Xenosmilus bertaring pendek, tebal, namun cukup tajam. Semua giginya (bukan hanya gigi taring) memiliki tepi bergerigi untuk memotong daging, dan lebih seperti gigi hiu atau dinosaurus karnivora, dibanding gigi kucing modern. Dengan bobot 180-230 kg (397-507) Xenosmilus tidak mencekik mangsanya seperti kucing modern melakukannya, ia hanya menggigit sepotong besar daging dari korban, dan menunggu mangsanya mati kehabisan darah.

10. Giant Cheetah


Cheetah Raksasa (Acinonyx pardinensis), berasal dari genus yang sama dengan Cheetah modern kita (Acinonyx jubatus), dan mungkin tampak sangat mirip, tapi jauh lebih besar. Dengan bobot 120-150 kg (265-331) ia mampu memangsa hewan yang lebih besar daripada besar tubuhnya.

Namun ada beberapa perdebatan apakah ia bisa lari secepat Cheetah modern, karena beratnya yang lebih besar, namun menurut beberapa ahli, Cheetah Raksasa memiliki kaki lebih panjang dan jantung serta paru-paru yang lebih besar, memungkinan ia mampu berlari secepat, atau bahkan lebih cepat daripada cheetah hari ini - yang lebih dari 115 km / jam (72mph)
Sumber :

10 Spesies Hewan yang Paling Sulit Ditemukan di Bumi

Makhluk-makhluk ini berada di tempat-tempat tersembunyi seperti kedalaman laut atau gua yang sangat dalam. Hewan-hewan berikut ini mungkin bukan yang paling indah, tetapi mereka adalah jenis hewan yang paling sulit ditemukan di bumi.

10. Solenodon



Solendon adalah mamalia kecil yang berasal dari Kuba dan Hispanola. Makhluk ini sangat mirip dengan tikus, ia memiliki moncong panjang dan ekor bersisik. Namun, Solenodon memiliki moncong yang fleksibel sebagai kebalikan dari tikus kesturi.

Ciri khas lain dari hewan ini adalah bahwa hewan ini sangat beracun. Solenodon adalah satu-satunya mamalia yang dapat menyuntikkan mangsanya dengan bisa racun ular. Jadi yang terbaik adalah mundur jika Anda menemui makhluk ini, karena mereka akan jatuh lalu menggigit di atas topi Anda.


Kakapo adalah satu-satunya kakatua yang tak bisa terbang di planet ini. Sedangkan sepupu mereka melakukan perjalanan melalui udara, spesies ini memilih untuk berjalan kaki atau naik dari tempat satu ke tempat lainnya.

Burung ini dapat ditemukan di Selandia Baru dan sering disebut sebagai burung beo hantu. Makhluk ini mendapat julukan dari bentuk cakram bulu di sekitar mata. Burung beo ini juga ditetapkan sebagai burung beo terbesar dengan berat mencapai 8 kg.

8. Olm 



Olm adalah amfibi yang berasal dari Eropa, terutama dapat ditemukan di Italia. Makhluk ini memiliki tubuh panjang berwarna putih, dengan empat kaki kecil. Sekilas terlihat sangat mirip dengan ular kecil.

Kadal ini menghabiskan hidupnya di gua-gua bawah tanah. Makhluk ini mempunyai mata yang tidak berkembang dan benar-benar buta. Walaupun Olm tidak dapat melihat bukan berarti tak berdaya. Olm mengkompensasi kekurangan penglihatan dengan pendengaran yang luar biasa dan indera penciuman.

7. Kelelawar Bumblebee



Kelelawar Bumblebee dapat ditemukan di gua-gua batu kapur, Tenggara Thailand dan Burma. Bumblebee dewasa panjangnya hanya satu inci dari kepala ke ekor. Kelelawar ini tumbuh dengan memiliki fitur lain yang membedakannya, yaitu moncongnya yang menyerupai moncong babi.

6. Ichthyophis Kohtaoensis 



Ichthyophis Kohtaoensis adalah amfibi langka yang asli Kamboja, Laos dan Thailand. Makhluk ini memiliki tubuh seperti ular panjang dengan ekor runcing.

Reptil ini memiliki tubuh abu-abu gelap dengan perut kuning. Salah satu fitur yang membuat unik reptil ini adalah fakta bahwa ia memiliki dua otot yang mengontrol rahang.

5. Hiu berjumbai 



Hiu berjumbai adalah sebuah keanehan di dunia hewan. Sampai abad ke-19 para peneliti berpikir hewan ini sudah mati bersama dinosaurus. Namun, ini terbukti tidak benar, karena beberapa nelayan pernah menangkapnya dan juga beberapa penemuan bangkai makhluk ini.

Hiu ini terlihat mirip dengan belut, ia memiliki tubuh memanjang. Hiu berjumbai memiliki kepala berbentuk segitiga dengan tubuh abu-abu panjang. Hiu ini tidak memiliki sirip punggung besar, berbeda dengan sebagian besar spesies hiu lainnya.

4. Monito Del Monte 



Monito Del Monte adalah istilah Spanyol untuk "monyet kecil". Tapi nama ini menipu. Monito Del Monte sebenarnya adalah marsupial yang hidup di Chili dan Argentina.

Spesies mamalia ini dianggap punah lebih dari 11 juta tahun yang lalu. Namun, penjelajah modern menemukan makhluk ini di era modern.

Marsupial kecil ini memiliki tubuh tikus dengan bulu coklat dan besar, telinga runcing dan ekor panjang. Fitur yang membedakan hewan ini adalah matanya yang besar dan ia hidup di pohon-pohon di hutan hujan. Ekor panjang ini membantu ia untuk berayun dari cabang-cabang.

3. Addax 



Jenis Kijang ini sedikit sekali ditemukan di gurun Sahara. Mereka terlihat seperti banyak spesies kijang lain, namun setelah pemeriksaan lebih lanjut mereka sebenarnya sangat berbeda. Spesies ini memiliki gigi persegi seperti sapi. Juga, tanduk pada spesies ini sangat panjang dan melengkung, sehingga memiliki julukan "Kijang Tanduk Sekrup".

2. Dugong 



Dugong adalah hewan laut besar yang sangat menyerupai Manatee. Sementara makhluk-makhluk sejenis yang berada dalam keluarga yang sama disebut Sirenia, mereka berbeda dari Manatee.

Dugong dapat ditemukan di perairan utara Australia dan ke dalam wilayah Indio-Pasifik. Mamalia ini memiliki tubuh abu-abu panjang dengan dayung seperti sirip ke arah kepala. 

Ekor hewan ini terlihat mirip dengan ekor lumba-lumba. Juga, makhluk ini memiliki mulut yang keluar di samping dan berada dalam posisi yang lebih berbalik ke bawah, sehingga mudah untuk memakan rumput di kehidupan vegetatif dasar laut.

1. Saola 



Saola sejauh ini merupakan mamalia yang paling langka di Bumi. Makhluk ini adalah asli Vietnam dan Laos. Hewan ini tumbuh dengan tinggi sekitar 3 meter. Sekilas terlihat mirip dengan kambing.

Mamalia ini memiliki ekor kecil dan telinga panjang. Namun, hewan ini memiliki pola yang sangat berbeda dengan kambing. Ia memiliki bintik-bintik putih dan garis-garis pada wajahnya.


Sumber :
danish56.blogspot.com

Orangutan Jago Memancing Ikan

Penelitian di tiga pulau di Indonesia menunjukkan bahwa orangutan mampu memancing ikan dengan alat yang sederhana.


Menurut laporan Anne Russon dari York University di Toronto, orangutan di Kalimantan menangkap ikan untuk disantap. Selama dua tahun penelitian, Russon melihat beberapa orangutan menggunakan tongkat untuk menikam. Beberapa ikan yang panik akan meloncat keluar dari air dan ditangkap orangutan.

Biasanya, orangutan memancing ikan sendiri. Tapi beberapa kali, Russon mendapati sepasang orangutan memancing bersama. Salah satu orangutan mengambil ikan sementara orangutan lainnya menyaksikan. "Orangutan yang menyaksikan mungkin sedang mempelajari cara menangkap ikan," Russon berspekulasi.

Russon juga mengatakan bahwa orangutan memakan ikan untuk mendapatkan nutrisi penting. "Ikan mengandung lemak yang penting untuk pertumbuhan otak," jelasnya.

Kebiasaan memancing oleh orangutan ini memunculkan kemungkinan hominid makan daging, termasuk ikan, sebelum munculnya genus Homo sekitar 2,5 juta tahun yang lalu. Demikian menurut antropolog David Braun dari University of Cape Town di Afrika Selatan. Saat ini, para antropolog mengasumsikan bahwa pemakan daging pertama adalah spesies awal Homo.

Russon mengawasi tingkah laku orangutan di Kalimantan mulai 2004 sampai 2006. Menurut mereka, primata tidak terlalu sering memancing ikan. Simpanse juga beberapa kali mengambil ikan. Beberapa spesies babon juga diketahui menangkap ikan dengan tangan.

Sumber :
nationalgeographic.co.id

Cara Semut Berkomunikasi dan Bersosialisasi dengan Sesamanya

Sekelompok peneliti dari Stanford University berkesimpulan bahwa cara semut bersosialisasi dengan rekan-rekannya mirip dengan orang bersosialisasi melalui jejaring sosial Facebook.


Saat tim yang dikepalai oleh Noa Pinter-Wollman meneliti interaksi antara semut merah (Pogonomyrmex barbatus) yang berada di daerah gurun Amerika Barat Daya, para peneliti menemukan cara berkomunikasi yang unik antara sesama mereka.

Seperti dilansir dari situs Physorg, setiap semut menggunakan sistem sinyal kimiawi untuk berkomunikasi. Molekul-molekul kimia itu dikeluarkan melalui exoskeleton (bagian tubuh keras terluar) mereka dan ditransfer kepada semut-semut sesama koloni, ketika antena mereka menyentuh atau menggosok satu sama lain.

Kaktus Berjalan Hidup 520 Juta Tahun Lalu

Dugaan para ilmuwan bahwa artropoda atau hewan berbuku-buku berevolusi dari lobopodia atau sejenis cacing mulai menemukan titik terang. Penemuan fosil yang diberi nama "kaktus berjalan" diharapkan menjadi jawabannya.


Sebuah fosil makhluk serupa cacing berkaki 10 yang hidup 520 juta tahun lalu diduga sebagai mata rantai penghubung dalam sejarah evolusi serangga, laba-laba, dan krustasea. Makhluk yang disebut kaktus berjalan itu termasuk kelompok hewan serupa cacing disebut lobopodia, yang diduga sebagai asal-usul artropoda.

"Penemuan kaktus berjalan sangat penting karena sebelumnya kami belum menemukan fosil yang dapat dijadikan acuan dugaan kami," kata Jianni Liu, pemimpin tim peneliti yang melakukan studi terhadap fosil tersebut.

Sebelum penemuan kaktus berjalan, Diania cactiformis, semua anggota lobopodia memiliki tubuh dan tungkai yang lunak. Sementara hewan artropoda memiliki tubuh yang bersegmen (berbuku-buku) serta tungkai yang menyatu dan terlindungi cangkang keras.

Spesies Kuda Laut Mini Ditemukan

Spesies baru kuda laut berhasil ditemukan. Kuda laut ini unik sebab berukuran hanya beberapa milimeter. Selain itu,  spesies baru ini juga tidak memiliki struktur sirip di bagian dorsal atau punggung.


Spesies baru kuda laut ini dinamai Hippocampus paradoxus. Keberadaannya baru disadari setelah spesimen kuncinya disimpan lebih dari satu dasawarsa di South Australian Museum di Adelaide.

Ikan Punya Kemampuan Berhitung

Berdasarkan penelitian terhadap ikan malaikat (angelfish), ilmuwan menyimpulkan bahwa ikan tersebut bisa membedakan banyak atau sedikit plus mampu berhitung dari 1 sampai 3.


Gerlai dan Luis Gomez-Lalpaza dari University of Oviedo, Spanyol, tertarik dengan anggapan bahwa ikan malaikat memilih bergabung ke dalam kawanan besar ketika berada di lingkungan asing. Mereka melakukan hal itu demi keamanan.

Hiu Ternyata Buta Warna

Hiu ternyata buta warna. Kesimpulan tersebut diambil berdasarkan hasil studi yang dipublikasikan para ilmuwan di jurnal Naturwissenschaften Selasa kemarin (18/1/2011).


Untuk mendapatkan kesimpulan itu, peneliti melakukan observasi pada mata hiu dengan menggunakan teknik micro-spektofotometri. Mereka mengamati sel-sel penyusun retina mata pada 17 spesies hiu yang ditangkap di wilayah Queensland dan Australia Barat.

Paus Hibrida Baru Ditemukan

Hibrida alias hasil kawin silang antara Paus Minke Antartika dan Paus Minke Artik ditemukan dalam analisis DNA seekor paus yang ditangkap oleh pemburu asal Norwegia. Penemuan tersebut dipublikasikan di jurnal PLoS ONE yang terbit 22 Desember 2010 lalu.


Penemuan hibrida tersebut sangat mengejutkan. Ilmuwan tak pernah memperkirakan kedua jenis itu bisa bertemu, bahkan lewat proses migrasi. Pola pergantian musim yang berlawanan antara bagian bumi utara dan selatan adalah penyebabnya.

Jamur Parasit Ubah Semut Jadi Zombie

Peneliti temukan empat spesies jamur baru yang bisa mengubah semut menjadi zombie di Amazon. Penelitian yang terbit di jurnal PLoS One itu menunjukkan kalau jamur Ophiocordyceps unliateralis bersifat parasit dan dapat hidup di empat spesies semut (Camponotini sp.) di daerah Zona da Mata, Brazil.


Semut terinfeksi ketika mereka bersentuhan dengan spora yang dilepaskan jamur. Dalam waktu seminggu, semut akan berubah menjadi seperti zombie. "Tingkah laku semut berubah. Mereka menggantung di daun dengan menggigit bagian bawah dedaunan belukar," jelas Profesor David Hughes dari University of Pennsylvania yang juga pemimpin peneliti.

Monyet Gunakan Air Seni untuk Gaet Pasangan

Meski jorok, monyet melumuri diri dengan air seni (kencing) untuk menarik perhatian lawan jenis. Monyet betina ternyata mengetahui keberadaan pejantan dengan bau urin.

Monyet Capuchin yang ditemukan di Amerika Tengah dan Amerika Selatan secara rutin melumuri air seni di tangan dan seluruh tubuh. Kebiasaan aneh itu sebelumnya menjadi misteri ilmuwan bertahun-tahun. Banyak orang mengira itu untuk menurunkan suhu tubuh ataupun identifikasi individu lain.

Namun misteri itu berhasil terpecahkan. Studi yang dipublikasikan di American Journal of Prmatology menyebutkan urin pada tubuh pejantan menarik hasrat seksual monyet betina.


“Sejak monyet Capuchin betina secara aktif menginginkan pejantan, kami menyadari keberadaan urin di tubuh monyet memberikan informasi kimiawi soal kesiapan seksual dan status sosial pejantan yang ingin diketahui monyet betina,” kata Dr. Kimberley Phillips, ahli primata yang melakukan studi ini.

Menurut ilmuwan di Trinity University, Texas, Amerika Serikat, otak monyet betina mengalami gejolak saat mencium bau urin pejantan. Air seni penjantan dewasa ditanggapi berbeda oleh monyet betina dibandingkan kepada urin monyet jantan remaja.



Sumber :
inilah.com

Satwa Langka Burung Bulbul Kepala Botak Muncul Lagi

Spesies burung bulbul berkepala botak di daratan Asia untuk pertama kalinya ditemukan lagi di Laos setelah tak pernah kelihatan lagi selama sekitar 100 tahun. Nama latin spesies itu adalah Pycnonotus hualon.

  

Quentin Wheeler dari International Institute for Species Exploration, Arizona state University melaporkan penemuan ini.  Spesies bulbul Asia ini memiliki karakteristik yang khas. Kepalanya botak dengan detail bulu dan warna yang unik. Kicauan dan lengkingan pada setiap lagu yang dikicaukan juga berbeda dengan bulbul lain.

Inilah 10 Serangga Terbesar di Dunia

1. Titan beetle


Hutan hujan Amazon adalah rumah bagi banyak kumbang yang besar, salah satu yang terbesar adalah kumbang titan, Titanus giganteus.

Serangga raksasa ini memiliki rahang yang dapat mematahkan pensil, dan dilaporkan mereka dapat merobek daging manusia. Seperti banyak kumbang, kumbang titan dapat memancarkan suara mendesis keras ketika terancam.

Hiu Purba Ditemukan di Jepang

Seekor ikan hiu purba langka yang biasanya hidup di laut dalam berhasil ditangkap hidup-hidup dilepas pantai Jepang (21/1). Hiu betina jenis Chlamydoselachus Anguineus itu memiliki panjang 1,6 meter dengan 25 baris gigi tajam dan biasanya hidup di kedalaman 600-1000 meter di bawah permukaan laut.

Hiu itu ditangkap oleh staf dari Awashima Marine Park di Shizuoka, di selatan Tokyo, Jepang setelah seorang nelayan dari pelabuhan di dekat taman laut itu melaporkan bahwa ia melihat seekor belut raksasa dengan mulut bergigi tajam. Para ahli dari taman laut itu menduga hiu itu sedang sakit sehingga berenang naik ke permukaan laut.


Chlamydoselachus Anguineus sering juga dijuluki sebagai ‘fosil hidup’ karena merupakan spesies primitif yang memiliki banyak persamaan dengan fosil-fosil hiu dari 350 juta tahun lalu. Hiu jenis ini pernah juga ditemukan terjerat di jaring kapal penangkap ikan di perairan Atlantik dan Pasifik, namun tidak pernah ada yang ditemukan hidup-hidup.

Sumber :
adipedia.com

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites